Minggu, 14 Desember 2014

Peranan Bimbingan Kelompok (Mentoring, Halaqoh)

       Menjadi seorang guru, / pendidik mestilah tampil dengan baik dan seprima mungkin demi guna terlihat dan dapat menjadi suri tauladan dan panutan yang baik, lantas apa jadinya pendidik yg tak baik? Apakah dapat menghasilkan output yang baik pula? Tentu saja tidak, namun kebaikan itu bukan hanya kecerdasannya dlm mengajar, sudah bnyak tokoh orang cerdas yang dibodohi oleh kecerdasannya sendiri dn dibuat buta oleh kecerdasannya yg menyulap dirinya menjadi prilaku angkuh dan sombong seakan mengetahui segalanya, bahkan memikirkan hal yang sebenarnya diluar jngakauan akal manusia, seperti bentuk / wujud ALLAH itu sendiri dan pemikiran konyol lainnya yang di luar batas akal pemikirannya.

          Ya, itulah kecerdasan tanpa akhlak, ilmu yang tak dibimbing oleh hati, semakin pandai bukan semakin tunduk pada kebaikan, melainkan jauh dari kebenaran hakiki.Namun dlm konsepan FKIP yg madani, mereka berharap dpt mencetak dn mengeluarkan guru2 yg bkn hnya cerdas dlm mengajar dn mmbuat pengajaran pembelajaran, dng konsepan mentoring (pembinaan) serta keadaan yg ckup terkondisikan mereka berharap bhwasanya seorang guru yg baik adalah yg memahami dn mengamalkan ilmu brlandaskan moral, kecerdasan akal yg selalu padu dngan ketajaman hati dn kehalusan pekerti hanya dpt diciptakan oleh IQ, EQ dn SQ yg berbnding lurus serta imbang.

          Sekarang, maukah kita memperbaiki kualitas kita disini? Bukan hanya belajar, bukan hanya sekedar ijazah ber IPK 3, namun ada yang lebih penting disini, sesuatu yang menjadi filter, serta tali pinggang dalam menahan dan mengukur, menjadi pondasi dalam berfikir dan bertindak serta berprilaku.
Sesuatu yg ditawarkan oleh FKIP yang MADANI, sesuatu yg dipandang remeh dn sebelah mata oleh kebanyakan kita, sesuatu yg mulai terabaikan, terlupakan, dan menyebabkan kerusakan yang terjadi dalam pendidikan sekarang, sesuatu yg sederhana dan sudah diajarkan sejak dini namun kurang kita pahami hakikatnya.

             Pilihannya untuk mempelajari sesuatu itu ada dihati kita masing-masing, ya / tidak jawabpan kita, Akan berpengaruh pada kualitas individu masing-masing diri kita, dan ingat murid yang baik tak akan terlahir dari seorang guru yang buruk.

         Apabila tujuanku masuk FKIP hanya untuk menjadi PNS, ku pastikan muridku dan generasi penerus hanya "NOL" hanya dengan bermodal suplay jawabpan bocoran dan nilai kasihan / tembak yang ku beri nantinya.
Fkip madani menawarkan lebih dari itu, jawabpan ku Ya!!

           Aku akan mengambil apa yg telah ditawarkan oleh Fkip madani ini, demi menempa perbaikan kualitas yg lebih baik lagi, semakin baik dan berkualitas diriku, bukan hanya sekedar mimpi dapat menghasilkan output yang baik pula dengan akhlak yang luhur.

        Semua ditentukan oleh akhlak, mau atau tidaknya kita mempelajari ini, tergantung diri kita, yang pasti FKIP MADANI menawarkan pembinaan ini, inilah yang istimewa dari kampus biruku

#yuk_ngaji
#yuk_mentoring
#yuk_halaqoh




Dalam pendidikan dikenal 3 kecerdasan dalam diri seorang individu ada IQ,EQ, dan SQ, kita acap kali mengkesampingkan kecerdasan SQ dari dua kecerdasan lainnya, yang tanpa kita sadari SQ inilah yg justru menjadi jembatan penghubung antara kedua kecerdasan lainnya.Ilmu yang tidak dibimbing oleh qolbu, semakin pandai bukan semakin tunduk pada kebaikan, melainkan semakin jauh dari kebenaran yang hakiki, kecerdasan akal yang selalu padu dengan ketajaman mata hati dan kehalusan pekerti inilah yang dilatih dalam mentoring, liqo, ataupun halaqoh dari "lingkaran kecil" menuju perubahan yg besar.
Didalam uu no.20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, tercantum pengertian pendidikan: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sehingga memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan oleh dirinya, masyarakat, banga dan negara”
Selanjutnya menurut unesco, badan PBB yang menangani bidang pendidikan menyerukan kepada seluruh bangsa-bangsa di dunia bahwa, jika ingin membangun dan berusaha memperbaiki keadaan seluruh bangsa, maka haruslah dari pendidikan, sebab pendidikan adalah kunci menuju perbaikan terhadap peradaban.
Semenjak manusia berinteraksi dengan aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. Bahkan pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia.

Sementara di dalam al-qur’an dengan sangat jelas allah swt berjanji akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu dan beriman: yarfa’illahulladzina amanu walladzina utul ’ilma darajat (Qs. Al-mujadilah [58]: : 11). Ayat ini menunjukkan bahwa proses memperoleh ilmu atau pendidikanlah yang mengantarkan manusia pada derajat yang tinggi tidak perlu diragukan bahwa pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menunjang kesejahteraan dunia dan akhirat...mengapa? karena ilmu yang di dapat dari pendidikan itulah aset yang akan mengangkat derajat manusia baik dihadapan sesama manusia sekaligus pembeda terhadap makhluk lainnya, semenjak manusia berinteraksi dengan aktifitas pendidikan ini semenjak itulah manusia telah berhasil merealisasikan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam segala lini kehidupan mereka. 

2 komentar: